Pertemuan Algoritma Ke-3 (10 menit duduk)

Jadi ceritanya pada hari itu, saya terlambat masuk sekitar lebih dari 30 menit, dan waktu saya masuk, dosen didepan sudah menjelaskan ke bagian switch case, dan itupun sudah masuk ke bagian contoh. Jadi, saya coba melampirkan apa itu switch case, dari contoh yang disampaikan.

Switch case, kurang lebih mirip dengan if, hanya saja, untuk jarak data yang lebih sedikit dan spesifik, switch case lebih ampuh untuk digunakan. Saya buat contoh sendiri, misalnya kita ingin membuat program dimana ketika seorang mendapat nilai A maka tulisan yang keluar sangat baik, kalau B tulisan yang keluar baik, kalau C tulisan yang keluar cukup, kalau D tulisan yang keluar kurang baik, kalau E tulisan yang keluar mati aja. Disini kalau kita menggunakan if, akan lebih susah karena kita harus membuat banyak kasus, ngetik ulangnya juga agak sedikit merepotkan. Makanya disini kita menggunakan switch case, dimana kita dapat lebih spesifik dalam menyatakan sebuah statement.

Hanya itu saja yang saya dapat hari itu, kalau soal kekurangannya switch case, kalau kita disuruh membuat jaraknya dari A – Z itu akan memakan 26-27 baris koding, makanya tidak bisa digunakan ketika case nya terlalu banyak.

O ya, kebetulan juga kelasnya selesai 50 menitan lebih awal, makanya pada hari itu saya seperti hanya absen lalu cabut, semoga kedepannya tidak terlambat lagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *